Mereka tidak saling tahu, hanya satu di antara tiga yang setidaknya cukup mengetahui. It was funny, ketika mereka bertiga ada di suatu ruangan bersamaan dengan masing-masing hati yang berkecamuk. Saat itu mereka bertiga pasti sedang bertanya-tanya. Di manakah sang pangeran ? Mengapa ia tak kunjung menampakkan batang hidungnya? Satu yang mengetahui rupanya cukup bersyukur akan tak hadirnya pangeran. Lihatlah, dia berhasil memerankan dua, yang palsu lah yang bermain. Malah menurutnya, mengetahui rahasia ini bukan satu hal yang baik. Bukan. Karena si mengetahui tidak dapat melakukan apa-apa . Dia hanya sebatas mengetahui, dengan kepercumaannya yang menyakitkan, dan terkadang, tidak mengetahui itu jauh lebih baik :") seperti yang dua lain lakukan. Bebas bertindak tanpa saling mengetahui...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
No comments :
Post a Comment