Mungkin kau merasa sudah melakukan segala nya
Mungkin juga kau merasa sudah paling mengerti
Kalau begitu, kenapa tak mengerti? Kenapa ?
Kita hidup selalu berdampingan. Baik buruk, hitam putih, yin and yang. Ketika kita hanya melihat hal hanya dari satu sisi, apa ada jaminan bhw satu sisi itu sudah paling baik?
Apakah sangat susah bagimu utk melihat sedikit saja sisi yang lain.
Pernah ngga, terpikir apa yang dirasakan orang lain terhadap mu.
Mungkin saja ia menahan diri utk tidak mengkoreksi kekuranganmu
Mungkin saja ia menahan diri utk tidak membela diri ketika argument mu datang menentang seolah paling benar
Mungkin saja ia tak enak, masih menjaga hati dan perasaanmu utk sekedar berkata "kamu tidak cocok dengan baju itu"
Atau yang lebih parah "bisa gak sih gak norak" atau julid semacamnya.
Mungkin saja ia masih berharap kamu akan memperbaiki sifat burukmu seiring waktu sebelum ia sendiri yang menyampaikannya.
Singkatnya, ia menahan diri utk tidak julid terhadap sikap dan hidupmu. Karena masih ingin menjaga perasaanmu.
Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa kita ngga lebih baik dari orang yang selalu terlihat satu sisi di mata mu?
Bahkan, mungkin saja kita yang butuh berubah, bukan mereka.