Monday, 28 December 2015

Rindu Musim Ketiga

Rindu mengetuk malam
Membisik resah hati yang gelisah

Aku harus bertemu!
Sudah 2 musim aku melewatkannya
Ujar sang euphorbia

Kala itu ia sedang terpikat senja
Mendongak congkak,
Karena senja menjadikannya indah
Ketika sang anggrek lirih berbisik
Kau yakin akan bertemu?

Senja menanjak menurunkan sang surya
Seraya menggelap ia amati si euphorbia
Melihatnya ia sedih

Karena ia tau, musim ketiga akan tetap menumpuk rindu baginya.

Saturday, 5 December 2015

Terbuai Angin

Kelopaknya berjatuhan
Daunya menggugur
Entah kelopak entah daun, atau malah keduanya
Tersapu angin yang melintas bersama asa

Aku kan mewujud kembali! Ujarnya
Sang angin pintar. Ia lalu berhenti di pekat lumpur
Menidurkan asa, serta membujuk kelopak dan daun tuk tetap tinggal
Ia berhasil!

Kini, tinggallah kelopak dan daun bersama asa, yang tak akan tau kapan waktu tuk mewujud, di antara pekatnya sang lumpur.