Wednesday, 25 June 2014

Sudah Sampai Aku

Sudah sampai aku tak sanggup membenci

Sudah sampai aku ingin lepas
Sudah sampai aku melupa

Sudah sampai aku tak ingat
Bagaimana rasanya menyecap indah bersamamu

Sampai aku tak peduli
Sampai hati ini membatu tak terkikis

Sudah sampai pada kesadaranku,
Tentang takdir yang berkata

Kita sekedar bersama, bukan bersatu.

Friday, 20 June 2014

Biar Aku, Jangan Sampai

Biar aku saja yang sendiri
Menatap tegapmu
biar aku saja yang tergerus
tanpa kau yang harus merasa
biar aku saja yang menangis
biar aku saja.

jangan sampai aku jengah
jangan sampai. 
bukan aku yang menyesal, kau
bukan aku yang merasa, lagi-lagi kau.

sudah kuperingatkan bukan. 

Aku Ingin

Aku masih belum bisa.
Sepertinya tidak akan bisa. 
Jangan sampai aku mengutuk perasaanku sendiri,
 karena perasaan ini Tuhan yang cipta.
Aku tak mau melawan Tuhan.
 Tapi aku tak tahan.

Aku ingin melawan arus, 
namun ombak selalu menempatku di tempat semula
Terhempas pada titik yang telah menjelma menjadi sebuah kegetiran.

Tidak seharusnya aku ingin. 

Friday, 13 June 2014

I Almost Do

Terkadang hidup memaksa kita untuk memilih hal terberat sekalipun: menghindari cinta yang tidak cinta. Tapi percayalah semakin kau menghindarkan dirimu dari belenggunya, semakin jua ia mengikatmu dalam belenggu kepedihan. Rumit bukan? 

Ketika kau memutuskan untuk berhenti berputar pada dunianya, sesungguhnya itulah titik terberat di mana kejujuran dan keteguhan hatimu diuji. Mau terus, atau cukup sampai di sini? Akan selalu ada pergulatan antara sisi hatimu yang berkata kau harus menyudahi ini semua, dan sisi lain yang mengejekmu seolah berkata "selemah itukah kalian sehingga harus sampai di sini?" 

Ketika jurus menghilang menjadi satu-satunya cara yang kau anggap paling manjur. Ya, paling manjur untuk menempatkan dirimu pada titik kehancuran. Terkadang kau bangga dapat menghilang dari pandangnya walau sekejap, sembari membayangkan apakah bayangmu sempat mampir di pikirannya. Terkadang kau juga sedih mengapa kau tega membiarkan hatimu tergerus. Membiarkan lamunan-lamunan tentang kau dan dia melayang bebas di pikiranmu. 

Percayalah, ini tidak mudah. Tapi aku akan tetap menghilang, sampai entah kapan. oh, setidaknya sampai Tuhan benar-benar meniupkan keikhlasan pada hatiku untuk melepas ini semua. Namun bolehkah jika aku masih berharap Tuhan akan meniupkan setitik keajaibannya untuk hatimu, dan hatiku? Tidak apa-apa bukan?

Thursday, 5 June 2014

I dont.

There is only your laugh, from your kingdom.

And there is only your warmest smile, behind the curtain.

There are no steps outside my window.
Or Im just pretending do not hear. Idk.

There is no smell. Your smell, even  I am in the nearest place.

There are no playful conversations.
It has run dry.
Since that moment.

I almost do.
But I dont.
I win
And hurt.

All I know is I do not know
How to be sth u miss.

Monday, 2 June 2014

Done

Hatiku bergetar mendengar diriku sendiri yang mencoba mengucap janji. Janji untuk tidak lagi. Berhenti. Keluar. Dan segalah kata yang mengisyaratkan pergi. Jikalau setiap orang yang melanggar janji akan berakhir di balik jeruji, aku pasti akan jadi salah satu dari sekian banyak orang itu. 

Kau mungkin telah mencap ku sebagai orang paling tak tau diri di dunia ini. Tapi sungguh, andai aku bisa. Aku tak akan membiarkan diriku begitu saja hanyut dalam kebengisanmu. 

Entah siapa yang aku lihat setiap hari di rumah, dengan siapa yang aku lihat di luar sana.Berbeda.  Aku seperti tak mengenalmu. Yang mana yang benar dirimu. Atau aku berhalusinasi tapi aku rasa tidak.

Dulu aku masih percaya ini semua pertanda dari Tuhan, bahwa aku harus bertahan. Namun sekarang Tuhan membalik pertanda itu, dan seolah berkata aku harus pergi. Dan aku memang harus pergi.

Aku sudah biasa melihatmu dalam gelap malam, namun tidak malam itu, seakan ia adalah petunjuk terakhir bagiku. Aku tak mampu menemukanmu dalam gelap. Padahal kau di depanku. Bahkan sekedar melihat siluetmu saja aku tak mampu. Semakin aku menajamkan mata, semakin aku yakin Tuhan tak mengijinkan ku, kita.  

Sekarang, seakan semua hal yang aku lakukan salah. Tak ada artinya. Bagaimana hal-hal yang sama itu bisa berbeda, dulu mereka bisa sangat begitu manis, namun sekarang tidak. Sama halnya seperti mu.

Say something, I am giving up on you...