Saturday, 23 July 2016

Tak Terengkuh Senjaku

semburat jingga menepis rasa
ia duduk dan termangu menatap
sejenak mengagum
sejenak mencuri hatinya

ia masih saja di sana
dengan senja yang berjuta makna

senjanya yang tak dapat ia rengkuh
senjanya yang elok tak tersentuh
senjanya yang seakan tiada berjengkal
namun ternyata, tak berujung jauhnya

ia menatap lama senja yang elok itu
entah sudah beratus kali
ia meminta senja bawa ia bersama
ia  ingin rasakan dekap hangat senja
ia tak ingin hanya termangu
menatap indahnya

andai ia dapat menemukan ujung sang senja
sudah tentu akan ia rengkuhlah penuh cinta

andai..