Sunday, 11 November 2018

Ya, Mungkin

Mungkin kau merasa sudah melakukan segala nya
Mungkin juga kau merasa sudah paling mengerti

Kalau begitu, kenapa tak mengerti? Kenapa ?

Kita hidup selalu berdampingan. Baik buruk, hitam putih, yin and yang. Ketika kita hanya melihat hal hanya dari satu sisi, apa ada jaminan bhw satu sisi itu sudah paling baik?

Apakah sangat susah bagimu utk melihat sedikit saja sisi yang lain.

Pernah ngga, terpikir apa yang dirasakan orang lain terhadap mu.

Mungkin saja ia menahan diri utk tidak mengkoreksi kekuranganmu

Mungkin saja ia menahan diri utk tidak membela diri ketika argument mu datang menentang seolah paling benar

Mungkin saja ia tak enak, masih menjaga hati dan perasaanmu utk sekedar berkata "kamu tidak cocok dengan baju itu"
Atau yang lebih parah "bisa gak sih gak norak" atau julid semacamnya.

Mungkin saja ia masih berharap kamu akan memperbaiki sifat burukmu seiring waktu sebelum ia sendiri yang menyampaikannya.

Singkatnya, ia menahan diri utk tidak julid terhadap sikap dan hidupmu. Karena masih ingin menjaga perasaanmu.

Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa kita ngga lebih baik dari orang yang selalu terlihat satu sisi di mata mu?

Bahkan, mungkin saja kita yang butuh berubah, bukan mereka.

Monday, 18 June 2018

around us

Beberapa dibutakan oleh emosi, yang masih belum larut. Berlomba terlihat menjadi yang paling depan. Berlomba terlihat sebahagia itu. Ada kecamuk nya dalam kata. Banyak. Ada resah dan tinggi hatinya dalam kata. Banyak. Katamu baik? Kalau baik , tak usah memaksa. Biarkan saja semesta yang sampaikan kabarnya. Tak perlu kau harus repot-repot, menyusun kata per kata demi yang katanya sebuah kata bahagia.

Hmmm Apa ya...

Hi. Long time no see. No write. Honestly, i miss writing something. Anything. I was talking with my friend abt why i could not write like before. I mean, was, i could write a lot. About everything. I clearly remember how I spent my reading class with wrote a lot of poems or even diary in the back of paper of my reading textbooks. Sometimes i read them and i miss my words. My friend then said to me that there must be something missing in my life so that i could not write as easy as before. Yes, she was right. Totally right. It is just like i hit the writer block after all those things happened. It was like my world spinning around and stop into the place where completely stranger for me. I lost my self. But then I re-think. Do i need to search what is missing, when i have all i need here. What's past is past. Firstly i found out that oh, that's okay to make it as your inspirations, like before. As long as you know where your heart belongs right now. Do we always need to write something's related to us? I think no. Then i found that it is okay. It is all okay. What i was afraid of? Well, i think i clearly know that what's past is past.

Tuesday, 13 February 2018

Malam

Mata merah
Lelah sudah

Ada asa yg terpendam
Tak oleh terungkap

Biar sudah
Lelah sudah

Kalau malam sanggup bicara
Tentu ia akan menangis

Bertanya mengapa ia selalu ditinggalkan
semesta yang terlelap

Bertanya mengapa ia seperti tak berarti
Bertanya tentang keramaian di sudut sana yang tak pernah diajak nya

Bertanya ada kah yang lebih dalam mencintaimu daripada malam kepada semestanya

Bertanya apakah masih bisa semesta ia peluk kembali

Ia rindu semestanya.
Sama seperti ia rindu pada kerlip bintang
Sama seperti ia rindu pada jangkrik yang keriknya terkalah bising mesin

Malam sudah larut
Larut dalam kesedihan
Larut dalam rasa abai

Ah, sudah biasa.

Sunday, 11 February 2018

9 Years

Beberapa hari ini sedang viral berita tentang seorang lelaki yang ditinggal wanitanya menikah setelah 9tahunan menjalin hubungan pacaran.

Saya kurang tau berita awal nya bagaimana, yang saya dapat dan mostly beredar, adalah postingan kolase foto mereka Dari tahun 2008 sampe 2018 ini. Di mana dari tahun 2008 -2017 adalah foto mereka berdua, sedangkan tahun 2018 masih tetap foto mereka, tetapi ada sosok lain di samping si wanita, yaitu suaminya yang tidak lain tidak bukan adalah orang lain. Ironis memang. bukan sekali ini saja hal ini viral. Beberapa kisah serupa juga menjadi bulan-bulanan netijen. Ada yang memihak lelaki, alias yg ditinggal. Adapula yang memihak wanita.

Malam ini entah kenapa saya iseng scroll dari bawah sampe atas komen2 netijen di akun seselambe. Surprisingly bukan hujatan terhadap wanita, bukan pula hujatan terhadap lelaki yang seperti biasa saya baca pada postingan2 viral serupa sebelumnya.

Lalu?

Ya, mereka rata-rata berpendapat sama. Bahwa sang wanita ini adalah tipe setia. Buktinya, ia mau bertahan 9tahunan menunggu sang kekasih membawa hubungan mereka ke jenjang selanjutnya.

Indeed, kita nggak tau apa yang terjadi di belakang foto2 viral itu, kita juga nggak ngerti gimana keadaan baik lelaki maupun wanita itu. Kita gak berhak menjudge karena we r not in their shoes.

But i do agree that the woman had done the best thing. Bagi seorang wanita, kepastian adalah salah satu hal mutlak untuk menentukan worth it tidaknya hubungan mereka. Setelah kepastian, keberanian. Apa gunanya memberi kepastian tapi tak berani melangkah? Mau menunggu berapa lama lagi sampai engkau merasa berani atau cukup? Iya, misal saja menunggu financial cukup. Bukankah sambil menunggu sambil juga kita berusaha, menabung misalnya.

Menuruti ketakutan tak kan ada habisnya. Tak berujung. You have to deal with it. Take it or leave it. Kalau kamu merasa dont deserve her atau she deserves better than you, leave. Let the story ends. Tapi jika kalian berdua masih berusaha bersama, take it. Raih goals kalian. (Ini saya nulis udah kaya nikah2 nya aja sendirinya😌)

Percaya lah pada hasil yang takkan mengkhianati usaha. Values your relationship as much as u can. So you can reach your goals. Jangan terus merasa sudah memiliki satu sama lain, lalu bebas juga mengabaikan satu sama lain. Hingga akhirnya lupa rasa.

Tapi saya juga pernah baca, ada sepasang kekasih yang sudah masing in the middle of 30 , been in relationship since 12  years ago and they still dont wanna marry soon, why? Simply because they dont want to. Blessed them to live in not-so-rempong-society. Si wanita bilang mereka memang blm mau menikah walau keduanya sudah financial free. Punya rumah dan karir bagus masing-masing. Serta orang tua mereka selalu menghargai atas keputusan-keputusan yang mereka buat. Ya kalau itu memang goal mereka (at least utk saat itu),  dan sudah kesepakatan bersama, why not? Tapi sepertinya jarang ya ada kasus seperti ini ya kecuali di barat sana, haha.

Goals masing2 pasangan itu berbeda. Goals dirumuskan bersama, diraih juga harus bersama. Tentukan juga berapa lama waktu yang kalian usahakan utk meraihnya. Tapi Kalo salah satu sudah tak sejalan, ya lebih baik cari yang sejalan. Daripada buang-buang waktu.

Ada lagi kisah di sekitar saya, masih 9 tahun juga. Di tahun ke sembilan si lelaki mengajak wanitanya menikah. (Sudah ajakan ke beberapa kali) namun wanitanya ini tidak memberi jawaban apapun, atau alasan apapun, melainkan malah memutuskan hubungan mereka. Si lelaki tidak tau alasan kenapa mereka harus berakhir padahal ia sudah mempersiapkan semuanya. Si wanita pun tetap bungkam dan kekeuh pada keputusannya. See? I told you. Keberanian. Keberanian untuk mengungkapkan masalah di sini juga perlu. But maybe some people are just not really comfortable to talk deeply with their lover. And in the end, it explodes just like that.

I dont know what happened with their relationship because im not in their shoes, but, what i can conclude to my own is, be brave.

Be brave to talk to. At least give some chessy reasons maybe haha. I know it is hard even to myself. But try. And try. It is better to heard the truth than the lies right? 

Sudah melancong ke mana mana kan ini jadinya haha. Udah ah, good night💕

REFLECTION


      Banyak orang menuntut untuk diperlakukan baik. Namun banyak juga dari mereka yang lupa bahwa hukum tabur tuai masih berlaku di bumi ini. Have you ever feel that why people are so harsh at you? Have you ever feel dissapointed by someone with what they've done to you? Have you ever feel why people are so annoying in your latest days? But have you ever think about what you've done to them? 

      Saya percaya bahwa apa yang kamu lakukan di hari lalu, tak selalu mendatangkan kebaikan saat  itu juga. Sometimes it takes time. Even it takes time, it will come, someday. 

      Kita memang tidak bisa memaksa seseorang atau banyak orang untuk berbuat baik kepada kita. Tentu. Tapi satu hal, selalu berbuat baiklah, dan perlakukan orang-orang di sekitarmu seperti hal nya kamu ingin diperlakukan sebagaimana mestinya. Karena percayalah kebaikan akan selalu menjemput kebaikan lainnya. 

     Saya sendiri belakangan mulai membiasakan hal yang telah lama saya lupakan beberapa waktu ini. Dulu (sebelum badai skripsi datang, haha) sering saya merewind hal-hal apa saja yang telah terjadi hari itu. Hal baik dan hal buruk apa saja, serta alasan-alasan yang memungkinkan hal tersebut terjadi. Hasilnya akan saya refleksikan lewat tulisan. Kalau tidak sempat atau sedang tidak ingin menulis panjang, saya tuangkan dalam bentuk tweet. 

    Hidup tanpa refleksi beberapa bulan belakangan membuat hati ini tak tenang. Selalu diliputi oleh berbagai pikiran buruk. Sometimes I miss the old me. Maka dari itu resolusi saya tahun 2018 adalah untuk membenahi diri saya sebisa mungkin. Saya mulai melakukan refleksi kembali, saya belajar dari kesalahan-kesalahan yang saya perbuat, belajar dari hal-hal yang saya perbuat sehingga membuat orang lain tidak nyaman. It takes proses. Mie instant saja butuh dimasak dahulu. Nikmati prosesnya. Nikmati setiap perubahan yang kamu rasakan. Karena hanya dirimu seorang lah yang dapat merasakan perubahan itu sendiri:) 

      Once, i remember what one of my fave person said, bahwa ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu perubahan itu sendiri. Untuk itu, hanya kita lah yang tau akan seperti apakah perubahan yang kita bawa, terutama kepada diri kita sendiri. Bijaklah memperlakukan diri sendiri, selalu berada dalam kebaikan, dan jangan lupa bersyukur atas semua hal yang terjadi setiap harinya. Selalu ada hitam dan putih, begitu pula dengan hidup ini. Selalu ada sisi berbeda yang sering kita lupa untuk refleksikan. yuk, be better together! (apaan dah, haha)