Mata merah
Lelah sudah
Ada asa yg terpendam
Tak oleh terungkap
Biar sudah
Lelah sudah
Kalau malam sanggup bicara
Tentu ia akan menangis
Bertanya mengapa ia selalu ditinggalkan
semesta yang terlelap
Bertanya mengapa ia seperti tak berarti
Bertanya tentang keramaian di sudut sana yang tak pernah diajak nya
Bertanya ada kah yang lebih dalam mencintaimu daripada malam kepada semestanya
Bertanya apakah masih bisa semesta ia peluk kembali
Ia rindu semestanya.
Sama seperti ia rindu pada kerlip bintang
Sama seperti ia rindu pada jangkrik yang keriknya terkalah bising mesin
Malam sudah larut
Larut dalam kesedihan
Larut dalam rasa abai
Ah, sudah biasa.
No comments :
Post a Comment