Tuesday, 13 February 2018

Malam

Mata merah
Lelah sudah

Ada asa yg terpendam
Tak oleh terungkap

Biar sudah
Lelah sudah

Kalau malam sanggup bicara
Tentu ia akan menangis

Bertanya mengapa ia selalu ditinggalkan
semesta yang terlelap

Bertanya mengapa ia seperti tak berarti
Bertanya tentang keramaian di sudut sana yang tak pernah diajak nya

Bertanya ada kah yang lebih dalam mencintaimu daripada malam kepada semestanya

Bertanya apakah masih bisa semesta ia peluk kembali

Ia rindu semestanya.
Sama seperti ia rindu pada kerlip bintang
Sama seperti ia rindu pada jangkrik yang keriknya terkalah bising mesin

Malam sudah larut
Larut dalam kesedihan
Larut dalam rasa abai

Ah, sudah biasa.

No comments :

Post a Comment