Kadang ku ingin lupa bahwa senja tak kan berhenti menjingga
Sama seperti ku ingin lupa pada luka.
Kadang walau sore menyapa, yang ku ingat adalah dingin malam
Terhempas dingin malam yang sudah ribuan kali rupanya hanya mitos
Karena aku masih juga percaya bahwa detik rindu akan kembali pulang
Kadang aku ingin percaya pada pujangga
Tapi lantas sang ilalang lirih padaku bilang, bahwa mereka hanya bohong
Pelipur hati yang kosong.
Kadang ku juga percaya bahwa ini semua akan cepat berakhir
Sampai akhirnya jangkrik malam mengerik kecil, sang kunang meredup, dan si mawar layu, atau bahkan bangku taman yang mulai reyot
Yang aku percaya belum juga berakhir. Lucu.