Monday, 28 April 2014

Evil, Sometimes.

I need people indeed. We will always need right? But sometimes, all you need is a space for you ,and yourself.

When everything becomes suck, when everything goes wrong. All you need is just space a looooot of time for me time. For you, to get away from the crowd.  To put your self sitting alone and listening your favourite music, without any problems. 

This might sounds selfish, but we have to be brave, to show what we are feeling, say no if it is no and say yes if it is yes. Dont mind it much. Sometimes, you have to be an evil. A scary dumpy evil that life for your own live. Why dont you put your self in a black once.lol

Sunday, 27 April 2014

Hujan Rasa

Aku ingin
Menulis lebih banyak lagi puisi
Untukmu

Aku tak peduli malam
Tak peduli kelam

Kau tetap dingin.
Dan aku hujan.

Seperti siang, yang hujan
Seakan menyayangku dan berkata
Aku turun untukmu wahai puteri.

Kau ingat bagaimana puteri mencari pangerannya?
Ia hujan karena pangeran, dan berlindung dari hujan kepada pangeran.

Dunia sungguh tak adil bagi puteri.
Ia dihujani rasa.
Yang tak jelas bentuknya.

Sang pangeran sudah terlelap
Mungkin ia lelah menjaga puteri seharian
Melindunginya dari hujan.

Ah. Hanya perasaan puteri saja mungkin.

The Jump Time

you were lost
Just yesterday.

And you are here
With me right now.

How the times jump
It jumps my heart to you

Someone said
Dont say cant
If you couldnt cant.

I am not believe that time
But now, I believe

And see how the times jump.
It s kinda disgusting
Distract by the jump time.

Thursday, 24 April 2014

Counting

It s been a day
Without ur shadows

It s been two days
I lost that smell

The words have dry
It s been three days.

It s been four days
I lost that eyes

It s been five days
For the hidden-cant-be-un-hidden

Its been six days
Since I was bring my steps above

It s been seven days
When I caught you

It s been eight hours
Im rolling my eyes above
It was dark. And quiet

It s been nine hours
I didnt meet you but him

It s been ten hours
Why you are not tired ruin ma head

It s been eleven hours
Wondering you.

It s been twelve minutes
For hearing you in the night steps

It s been thirteen minutes
You close your window and the night

It s been fourteen minutes
Since I decided to chain the words

In fifteen minutes.
And I still cant counting
How much I miss you then.

Spaces

Time .
You need.

Spaces.
Ive give.

But me,
Nothing.

Did Venus
Blow ur mind?

This land still alone
Would never be crowded

Until the spaces
Are gone.

Sunday, 20 April 2014

From the Kingdom

Hey prince!
What are you doing!

This is our kingdom!
Mmmm supposed to be.

Hey prince!
Look at to your window

Is it still dark?
As a dark chocolate.

Your highness
Im watching you

Watching you as always.
From a corner of the kingdom.

A Great Wall

It is still in the dark
When you back home.

When you back to where you belong

You are here.
With the princess.

But no!
You are not with the princess!

She is alone.
In the back of the wall.

A very great wall.
A very huge wall.
She is standing right there.
Always.

Do you know why?
Because she is tired.

She tried to break the wall.
Alone.

No one help.
Alone.

Thats why shes tired.

Abu-Abu

Kau tau rasanya terombang ambing
Di atas sebuah kapal bernama kepastian?

Pernahkah kau mencoba, menerobos semak beronak, demi sebuah harga diri?

Sudikah kau menggelepar, di padang ilalang, untuk menunggu yang tak kunjung datang?

Mampukah kau, berjalan di atas tebing curam yang kau pun tak tau akhirnya ke mana

Taukah kau bahwa warna tak hanya abu abu?

Lorong Mata

Mata itu
Tak pernah memandang lekat

Mata itu
Memandang lekat belakang.

Mata itu
Tak bersorot.

Kosong.

Sang puteri mencoba masuk
Menembus lorong lorong nya
Mencari cari sorot yang hilang.

Friday, 18 April 2014

Koyak-kan Saja

PUTERI SUNGGUH INGIN SUDAH!!!

IA SUDAH BERATUS KALI TERTOHOK KENYATAAN

IA SUDAH MENGERTI SEMUANYA

TAPI KENAPA TAK SUDAH!
PUTERI JUGA BINGUNG.

BINTANG MEMANG BELUM PUNAH

TAPI IA TERSEMBUNYI BULAN.

KALAU PUTERI SUDAH, LALU AKAN BAGAIMANA?

PANGERAN SUDAH LEBIH DULU SUDAH

LEBIH DULU MUAK.

SEKARANG,
PUTERI YANG MUAK

MUAK PADA DIRINYA YANG TAK SANGGUP SUDAH
MESKI KOYAKAN KENYATAAN SEMAKJN TERAMBANG

PADAHAL,
APA ENAKNYA TERKOYAK

TERKOYAK.
SEDIH. LELAH.
HANCUR.

LAUT.
TAK MAMPU SATUKAN KOYAKAN
YANG AMAT SANGAT KOYAK.

Tuesday, 15 April 2014

Bintang Belum Punah

Ada banyak cara
Menuju kebahagiaan

Bintang yang ku kira punah
Perlahan muncul
Mengarungi malam di langit luas

Ah.
Perasaan kemarin tak ada bintang.
Tak ada bintang. Yang biasanya paling terang sekalipun.

Tapi hari ini aku sadar
Bintang belum punah
Ia masih di sana
Masih tak dapat ku raih

Mmm
Mungkin karena ia di jaga Bulan?
Bulan tampak menakutkan malam ini
Ia posesif!
Bintangku! Dia belum punah.

Bulan menjaga
Bintang yang bersinar
Dan bertahan
Dengan caranya sendiri

Bintang Belum Punah

Ada banyak cara
Menuju kebahagiaan

Bintang yang ku kira punah
Perlahan muncul
Mengarungi malam di langit luas

Ah.
Perasaan kemarin tak ada bintang.
Tak ada bintang. Yang biasanya paling terang sekalipun.

Tapi hari ini aku sadar
Bintang belum punah
Ia masih di sana
Masih tak dapat ku raih

Mmm
Mungkin karena ia di jaga Bulan?
Bulan tampak menakutkan malam ini
Ia posesif!
Bintangku! Dia belum punah.

Bulan menjaga
Bintang yang bersinar
Dan bertahan
Dengan caranya sendiri

Puteri Serakah

Sang puteri punya dua pangeran
Yang satu dekat
Yang satu jauh

Puteri tak rela yang dekat pergi
Tapi puteri rela yang jauh bahagia
Kenapa egois?

Puteri serakah.
Padahal ia tau ini permainan susah
Padang ilalang masih melambai

Perlahan puteri sadar
Mengapa ia rela dan tidak.

Tapi susah.
Susah.
Membelot kenyataan.

Monday, 14 April 2014

Ingin Sudah

Sedetik lalu kekuatan itu datang
Dan bilang pada sang puteri.
Sudahi saja.
Akan ada aku di sini. Sudah.

Sang puteri sedih.
Tak tau harus bagaimana.
Haruskah ia tak menjaganya lagi
Ia kuatir.

Ah.
Bukannya Tuhan membuatnya menjadi pangeran yg kuat?
Tidak. Bukan dia, tapi sang puteri.

Sang puteri lah yang bermain
Sang puteri lah yang menjaga
Sang puteri lah yang melepas

Ia gagal.
Ia tetap puteri yang cengeng.
Tuhan menguatkannya tapi tidak dengan si puteri.
Ia tetap lemah .

Apakah memang seperti itu? Tapi untuk apa?
Selain menyakiti.

Puteri tak Lelah

Kadang sang puteri lelah.
Lelah menatap pangeran
Yang asyik bermain main di padang ilalangnya

Ia bermain sendiri
Padahal sang puteri di sana
Selalu menjaganya
Meniti tiap detik yang hanya berakhir sunyi

Mungkin ia bodoh.
Atau mereka yang bodoh?
bermain main sendiri
Bukankah padang seluas itu akan indah
Jika di arungi bersama?

Sudah.
Puteri sudah lelah 
Ah.

Mungkin sekarang dia lelah 
Tapi besok, sang pangeran kembali

Kembali mengisinya dengan harapan harapan semu
Dan si puteri yang menjaganya .

Sudah.

Di padang itu
Tersimpan rasa

Puteri dan pangerannya
Setiap hari bermain main
Di padang yang indah
Padang yang sepi..

Sang pangeran mungkin tak tau
Betapa sang puteri takut kehilangannya

Sang puteri mungkin tak tau
Betapa sang pangeran merindukan kebebasannya
Bermain di padang.

Padang ilalang.
Tempat bersua. Tempat di mana semua rasa tercurah

Kebencian pangeran
Ketakutan sang puteri
Kemuakan pangeran
Ketegaran sang puteri

Lalu untuk apa mereka bermain main di padang?
Entah.
Mungkin Tuhan ingin melatih mereka
Menjadikannya pangeran yang bijaksana
Menjadikannya puteri yang tak cengeng

Tapi.
Untuk apa Tuhan menciptakan rasa?

Dingin, Hujan.

Hujan.
Hujan malam.
Dingin.
Dinginnya kamu
Hujan bagiku

Di balik dinding kau bercerita
Di balik dinding aku mendengar

Setiap langkah yang terhitung
Seiring detak jantung yang siap meledak

Setiap tetes air yang kau derai
Setiap itupulalah tangis berderai

Kau itu apa.
Dingin.
Hujan.

Bahkan hujan tak mampu mengoyak
kaulah satusatunya

Lalu apa hujan?
Hujan dapat sembunyikan rasa.
Yang tak seorangpun tau.

Dingin
Hujan.

Saturday, 12 April 2014

Jubah Merah si Sandal Buaya

Jauh. Jauh. Lebih jauh. Tetap jauh.
Aku bahkan lupa. Rasanya bersua.
Jauh. Walau setiap saat dekat. Tetap jauh.
Di atas sana lah ia. Dengan gagahnya, jauh.
Di seberang jalan sana, ia menjauh. Menepi di antara setapak setapak kecil.
Tempat ia menghabiskan separuh waktu
Dengan jubah merah dan sandal buaya.