Thursday, 27 October 2016

Entah~

sudah puas tenggelam dalam diri?

dalam riuh kota yang tak pernah henti
dalam tiap detik yang terhabis di pikuk sana

sudah puas hilang dari segala rasa?
segala waktu yang menunggu
segala rasa yang tak kunjung terbalas
segala harap yang terkubur seiring menghilang bersama waktu

sudah puas menumpulkan duri sang mawar?
sampai ia tak merasa
sampai ia lupa merekah
sampai kelopak bercecer


Tuesday, 25 October 2016

Tentang Tanya

Aku pernah bertanya pada dingin malam
ke mana kah tuan sang rindu

aku pernah bertanya pada derai hujan
untuk apa hati merasa

aku pernah bertanya pada sang bulan
setinggi apa rasa sakit kan terasa

aku pernah bertanya pada embun pagi
buat apa hadir tapi pergi

aku pernah bertanya pada jangkrik yang mengerik
kenapa ku tak terpuaskan rasa

bukan.
bukan aku ingin menghujani mereka dengan pertanyaan pertanyaan konyolku

sungguh ku hanya ingin tau
karena percuma bertanya pada insan,

sibuk mereka, dengan hati yang kacau.

Sunday, 16 October 2016

Silly Billy Unspoken Mind

where is the art of hearing
each other

where is the word of understand, trying to understand

so much words left unspoken
not because i dont wanna tell

but because i know nobody s gonna hear that

even if i try
even if i try
even if im in tears

even once the words are spoken
nobody s gonna know it
not only hearing but knowing, deeply.

how can i tell if there is no ears to tell
how can we free ourself from the anger if we dont talk

if only by one side
if only forget the other side
if only blinded by the ego
if only judge by the blind mind
if only me the one who cant talk
if only me the one who prefer to buried deep the words

to keep the craps away
to keep our mind sane
to keep each other.

and, to keep us.

Saturday, 15 October 2016

Bermusuh Malam

Malam ini kutakut gelap

Biasanya ia indah
Biasanya ia membagi rindu
Biasanya ia menjadi satu satunya peraduan,
saat aku dan segenap kerlip yang mencari tenang ingin berlabuh

Tapi malam ini terlalu menyeramkan!
ia bukan lagi gelap. ia kelam.
ia tak lagi indah, ia meresahkan.
ia bukan lagi satu satunya
karena hangat senja menyapa dan menangkap rindu-rindu yag ng bertebaran di langit luas

Sejenak ia labuhkan rindunya pada senja
berharap diantarkannya rindu kepada ia yang tepat.

Ini belum berujung, sampai senja menurun dan berganti gelap. ini belum.

Sajak Untuk Bulan

aku berkata pada bulan
bahwa ia sangat indah malam ini

dan ia menemaniku menulis
semua yang tak  terucap
sampai sinarnya berpendar

ia tetap di sana
menatapku dari kejauhan

seakan berkata
tetaplah menulis apapun yang terjadi!

ku  terus  menulis
dan menulis
tak peduli sinarnya yang menjauh mengecil dan lalu menghilang

ku terus menulis
kini ku ditemani sang surya
hangatnya membuatku terbuai
ku terus saja menulis

ah, aku sudah lupa cara berucap
buat apa?
jika rembulan dan surya saja sudah cukup buatku

Hujan dan Rindu Malam Hari

Aku cinta wangi hujan dini hari

Aku cinta rintiknya yang seakan memenuhi bejana kosong hati

Aku suka mendengarnya jatuh perlahan ke bumi

Mendendangkan lagu rindu di tengah malam dingin

Entah sudah berapa juta rintik yang turun hari ini

dan berjuta rindu yang coba ia sampaikan

lewat rintik cantik tiap detik

rasanya walau semesta berintik, tak kan mampu sampaikan rindunya

lewat malam dingin dan rintik hujan

ia sendiri. meratap rindu
mencari makna. menatap gumpalan awan kusut di atas sana

yang takkan pernah terurai

walau rintiknya penuhi bejana.