Kelopaknya berjatuhan
Daunya menggugur
Entah kelopak entah daun, atau malah keduanya
Tersapu angin yang melintas bersama asa
Aku kan mewujud kembali! Ujarnya
Sang angin pintar. Ia lalu berhenti di pekat lumpur
Menidurkan asa, serta membujuk kelopak dan daun tuk tetap tinggal
Ia berhasil!
Kini, tinggallah kelopak dan daun bersama asa, yang tak akan tau kapan waktu tuk mewujud, di antara pekatnya sang lumpur.
No comments :
Post a Comment