Wednesday, 19 December 2012

Harapan itu, Kosong

Kalau mencintaimu hanya membuat habis airmataku, hanya membuat hatiku pilu dan hanya akan menambah bebanku, haruskah rasa ini kuteruskan? Haruskah aku terus berhharap pada sebuah harapan yang nyata nyata kosong. Yang memang seharusnya tak dari awal aku lakukan. Jika mencintaimu aku harus terluka lalu harus bagaimana aku. Ini terlalu sakit! Mungkin aku bagaikan hari-hari tak penting yang sudah pasti kau abaikan. Sudah pasti!!!!!!!! Aku tak lebih dari seorang wanita pengecut yang hanya bisa menatapnya membuatku kesakitan.

Kau memang takkan pernah paham akan perasaan ku , perhatianmu tak sebesar perhatianku . Tatapan matamu tak setajam tatapanku yang selalu menangkap bayangmu walau hanya dari sudut ekor mataku sekalipun. Adakah perasaan yang salah antara kau dan aku. Adakah!! Kamu pasti belum sadar akan perasaan ini karena kau tak pernah memikirkan rasa ini. Sebentar, memikirkan? Oh, aku salah! Tentu kau tak pernah sibuk-sibuk meluangkan waktumu yang sempit itu utk sekedar mengingatku bukan? Haha. Aku tak bisa banyak bicara, tapi aku juga tak mau membicarakan hal yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak bicarakan cintaa apabila kau terus tulikan telinga. Aku tak berhak berkata rindu apabila kau semakinhari semakin membuat jarak kepadaku. Aku tak bisa berkata apa-apa selain memandangmu, entah dengan pandangan cintaa atau pandangan yang, memilukan. Percayalah, bisa hadir dalam mimpimu saja sudah sangat berarti bagiku.

Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku dan aku mengagumi yang aku tahu bahwa kau tak akan paham dengan rasa kagumku. Dan sampai kapanpun aku dengan sadar bahwa aku tak akan pernah menjadi siapa-siapa di matamu. Tak akan pernah. Kamu benar, akulah yang salah mengartikan tatapan mata kala itu. Aku ini bodoh! Iya kan? Bodoh! Kalau kamu mencari jawabannya lewat tatapan mata itu, sudah tentu kau menemukannya, dan aku sudah tentu tak menemukannya di matamu. Memang aku ini siapa? Siapa kah orang yang beruntung telah memiliki hatimu?

Ini semua salahku, yang berharap menjadikanmu lebih dari sekedar teman, yang menganggap semuanya bisa berubah seperti keinginanku, salahkah? Aku mencintaimu lebih dari sekedar teman dan kau terlalu berharga utk sekedar menjadi teman. Terlalu.

Seharusnya dari awal aku sadar. Aku itu tak usah berharap! Toh tak akan menjadi kenyataan. Kau terlalu sulit ku raih. Terlalu sulit ku genggam. Ini semua karena perasaan ini! Bunuh saja aku dengan perasaan ini! Aku memang bersalah!

Tapi tenang, tak usah sibuk memikirkan hal ini, aku sudah biasa seperti ini. Terutama jika sebabnya kamu. Mencintaimu dengan penuh luka malah menguatkan aku, mencintaimu tanpa balas membuatku sadar, bahwa cintaa tak harus berbalas, tapi cukup mengakuinya.

Sincerely,

Orang yang kehabisan kata-kata membuktikan rasa cintanya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments :

Post a Comment