Wednesday, 5 December 2012

Laki-laki dan Puisi

Laki-laki dengan puisi itu
Berambigu lewat kata nya
Atau hanya aku saja yang merasa begitu?

Ah , aku rasa tidak

Laki-laki dengan puisi itu,
Mengikat rasa lewat kata

Laki-laki itu terus berpuisi
Terus dan terus
sampai pada akhirnya aku sadar
Tak mudah melepas ikatannya

Laki-laki itu terus berpuisi
Hingga aku tak tahan mendengarnya
Hingga aku muak mendengarnya

Mengapa ia terus berpuisi?
Mengapa ia tak hentikan saja?
Biar dia tahu rasanya terikat
Biar dia merasa sensasinya
terikat erat oleh sebuah rasa.
Dia belum tahu rasanya?
Dia harus mendengar aku dan puisiku!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments :

Post a Comment