Mendebu lah ia
Yang setiap tertiup angin, hilang, dan lalu muncullah koloni koloni barunya
Mencair lah ia
Setiap ia bersikeras untuk membeku karena tiba tiba ditiupinya ia dengan kata-kata itu
Seperti ilalang yang selalu tumbuh walau terpangkas
Selalu menari indah walau ujungnya rapuh
Rapuh, seperti perasaannya yang selalu tumbuh.
No comments :
Post a Comment