Pagiku sempurna
Karena kau lah Pagiku.
Karena kau lah Pagiku.
Malamku ikut.
Sudah tentu kau
Sudah tentu kau
Seperti matahari yang akhirnya bertemu bulan
Seperti musang kecil yang berhasil
Mendapat buruan pertamanya
Mendapat buruan pertamanya
Seperti ombak yang mengabarkan pasir pantai tentang bahagia
Seperti dua ekor merpati yang bercumbu di pucuk tertinggi akasia
Seperti itulah aku mendengar suaramu.
Karena sempurna adalah kau,
Yang mengisi setiap sepi yang menyergap.
Yang mengisi setiap sepi yang menyergap.
Kemudian aku terbangun terbelai angin
Suara itu hilang.
Ia masih di sana.
Mungkin lupa tuk kembali
Suara itu hilang.
Ia masih di sana.
Mungkin lupa tuk kembali
Pagiku masih sepi
Malamku tetap sunyi
Malamku tetap sunyi
Ia hanya delusi.
No comments :
Post a Comment