Sudah kesekian kalinya ia berwacana
Sampai pada akhirnya menyata
Ia begitu senang! Dan bangga atas dirinya
Yang ternyata mampu melipur lara panjangnya selama ini
Hingga pada suatu hari, entah mengapa dunia nya berputar
Ia memimpikan semuanya
Ia merindukan sang Fajar
Ia juga tetiba mengingat si Tambatan
Hatinya seketika sesak. Dipenuhi perasaan yang ia sendiri tak tau penyebabnya
Jadilah ia si peratap ulung lagi
Mencoba menyelami dirinya yang terus berputar merasuk ke dalam bejana indah bernama mimpi
Entah, ia tak tahu kapan akan bangun
Untuk sekedar menyata
dan tersadar.
No comments :
Post a Comment