Karena kau terlalu manis.
Entah harus bagaimana lagi aku lukiskan
Rasanya berjuta kata pun tak akan mampu
Yang ku mampu hanyalah bersandar padamu, seraya mendengar detak jantung kita yang bersahutan, semoga bertautan.
Yang ku mampu hanyalah menelusup lorong mata indahmu, dan berlirih apa yang kurasa.
Yang ku mampu hanyalah menyimpan aroma tubuhmu, untuk kemudian ku ciumi kala ku merindu.
Karenanya kau kutunggu, setiap pagiku lewat, dan aku menangkap bayangmu, semoga kau tetap di sana.
No comments :
Post a Comment